Tadarus Ramadhan Juz 5

TADARUS JUZ 5 MENJINAKKAN NAFSU SESUAI SYARIAT (Q.S. al-Nisa’ [4]: 24 s/d 147)   Menahan Nafsu Menghabiskan Ramadhan deng...

TADARUS JUZ 5

MENJINAKKAN NAFSU SESUAI SYARIAT

(Q.S. al-Nisa’ [4]: 24 s/d 147)


 
Bulan Ramadhan
Menahan Nafsu Menghabiskan Ramadhan dengan Tidur Sepanjang Hari

Dr. Rosidin, M.Pd.I
www.dialogilmu.com

Pengendalian Nafsu


Islam tidak “mematikan” nafsu, melainkan mengendalikannya agar jinak (nafs al-muthma’innah). Misalnya, pelampiasan nafsu seksual harus melalui pernikahan yang sah (Q.S. al-Nisa’ [4]: 24). Hanya saja, orang yang dikendalikan nafsu, cenderung melenceng, sehingga berani melakukan perzinahan atau perselingkuhan (Q.S. al-Nisa’ [4]: 27).

Dalam ikatan pernikahan, suami sebagai kepala keluarga yang bertanggung-jawab menafkahi istri dan anaknya. Kewajiban istri adalah taat dan menjaga harga diri (Q.S. al-Nisa’ [4]: 34). Jadi, pernikahan itu bukanlah persamaan gender, melainkan keserasian gender. Artinya, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang saling melengkapi, agar rumah tangganya sakinah, mawaddah dan rahmah (Q.S. al-Rum [30]: 21).

Suami-istri dituntut mempertahankan rumah tangganya sedemikian rupa melalui berbagai prosedur. Misalnya, suami menasihati istri (Q.S. al-Nisa’ [4]: 34); istri mengalah kepada suami (Q.S. al-Nisa’ [4]: 128); suami tidak sembrono berpoligami (Q.S. al-Nisa’ [4]: 129), apalagi memiliki istri simpanan. Ketika konflik, pihak suami dan istri dapat meminta bantuan juru damai agar tidak terjadi perceraian (Q.S. al-Nisa’ [4]: 35). Jika semua cara tidak berjalan, cerai merupakan solusi terbaik (Q.S. al-Nisa’ [4]: 130).
 

Nafsu Harta 


Terkait nafsu harta, jangan sampai mencari harta secara ilegal, seperti perjudian (maisir), penipuan (gharar), rentenir (riba) dan korupsi (bathil). Sumber ekonomi terbaik adalah perniagaan yang saling menguntungkan antara produsen dan konsumen (Q.S. al-Nisa’ [4]: 29). Laki-laki dan wanita berhak mencari harta, sehingga berlaku persamaan gender. Misalnya, laki-laki dan wanita sama-sama bisa menjadi pengusaha (Q.S. al-Nisa’ [4]: 32). 

Jika sudah berpenghasilan, kewajiban seorang muslim adalah bersikap dermawan dan menjauhi kekikiran. Sasaran kedermawanannya adalah keluarga inti, keluarga besar, anak yatim, fakir miskin, tetangga, sahabat, kenalan, anak jalanan, pegawai atau bawahan (Q.S. al-Nisa’ [4]: 36). Laki-laki dan wanita sama-sama berpeluang beramal shalih dengan membagikan sebagian penghasilannya (Q.S. al-Nisa’ [4]: 124). 

Nafsu Jabatan 


Terkait nafsu jabatan, wajib menunaikan amanah. Misalnya, kebijakan pejabat demi kemaslahatan rakyat, bukan golongan; keputusan hakim untuk menegakkan keadilan, bukan jual-beli keadilan; tindakan pengusaha untuk memakmurkan ekonomi rakyat, bukan menyengsarakan ekonomi rakyat; pendidikan guru dan da’i untuk tuntunan umat, bukan tontonan umat (Q.S. al-Nisa’ [4]: 58). Setiap pemegang amanah berstatus ulil amri yang wajib taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW (Q.S. al-Nisa’ [4]: 59). 

Nafsu Kekuatan 


Terkait nafsu kekuatan, harus digunakan untuk kebaikan. Misalnya, aksi bela negara yang merupakan jihad di jalan Allah SWT atau sabilillah (Q.S. al-Nisa’ [4]: 71-74). Jadi, para pahlawan muslim yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia merupakan para syuhada’. Gugur sebagai syahid untuk membela bangsa dan negara dari penjajahan merupakan suatu kemuliaan. Toh setiap manusia pasti akan meninggal dunia (Q.S. al-Nisa’ [4]: 78). Tentu, pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan itu lebih luhur derajatnya di sisi Allah SWT dibandingkan generasi penerus bangsa yang sekedar mengisi kemerdekaan (Q.S. al-Nisa’ [4]: 95-96). 

Di sisi lain, nafsu kekuatan tidak boleh dilampiaskan untuk keburukan. Misalnya, melakukan tindak pidana pembunuhan (Q.S. al-Nisa’ [4]: 92-93). Apalagi setiap keburukan, pasti akan berdampak negatif pada si pelaku sendiri, seperti dipenjara dan bergelimang dosa (Q.S. al-Nisa’ [4]: 111-112). 

Kemunafikan 


Pada akhirnya, sikap terburuk menyangkut nafsu adalah kemunafikan. Misalnya: Mengikat janji pernikahan, namun melanggarnya dengan perselingkuhan. Mencari harta dengan aksi tipu muslihat. Mengikhianati amanat jabatan. Menggunakan kekuatan untuk kesewenang-wenangan. Inilah empat tanda kemunafikan yang disabdakan Rasulullah SAW (H.R. al-Nasa’i). Kaum munafik adalah para penipu ulung yang berisiko menjadi kerak neraka (Q.S. al-Nisa’ [4]: 142-145).  

Wallahu A’lam bi al-Shawab.
Nama

Arabic,8,Buku,19,English,1,Formal,24,Gallery,1,Indonesia,1,Informal,24,Informasi,3,JurnalIlmiah,13,Korespondensi,1,MakalahIlmiah,6,MOTIVASI,14,Non-formal,7,PAI,12,Profil,2,Resensi,2,StudiIslami,103,TafsirTarbawi,39,
ltr
item
DIALOG ILMU: Tadarus Ramadhan Juz 5
Tadarus Ramadhan Juz 5
https://3.bp.blogspot.com/-C2oDCLbeWIM/WwDiJAW_cyI/AAAAAAAABGY/4cVh-dULBf0uRMWS3gPzCx_RZ-qCK6w8wCLcBGAs/s640/www.dialogilmu.com%2Btadarus%2Bjuz%2B5.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-C2oDCLbeWIM/WwDiJAW_cyI/AAAAAAAABGY/4cVh-dULBf0uRMWS3gPzCx_RZ-qCK6w8wCLcBGAs/s72-c/www.dialogilmu.com%2Btadarus%2Bjuz%2B5.JPG
DIALOG ILMU
http://www.dialogilmu.com/2018/05/tadarus-ramadhan-juz-5.html
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/2018/05/tadarus-ramadhan-juz-5.html
true
1758165964677023620
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy