Tadarus Ramadhan Juz 8

TADARUS JUZ 8 MENJALANI HIDUP SECARA SYAR’I (Q.S. al-An’am [6]: 111 s/d 165 & al-A’raf [7]: 1 s/d 87) Hidup Sy...

TADARUS JUZ 8

MENJALANI HIDUP SECARA SYAR’I

(Q.S. al-An’am [6]: 111 s/d 165 & al-A’raf [7]: 1 s/d 87)

Hidup Syar'i Dimulai dari Pondok Pesantren

 
Dr. Rosidin
www.dialogilmu.com


Falsafah hidup seorang muslim, tergambar jelas dalam pernyataan: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (Q.S. al-An’am [6]: 162). Inilah yang disebut dengan hidup syar’i.

Sayangnya, tidak semua insan berkesempatan menjalani hidup syar’i, karena banyak rintangan yang harus dilewati. Misalnya, para musuh Islam senantiasa membisikkan tutur kata yang melenakan hati, agar umat muslim meninggalkan gaya hidup syar’i sebagaimana yang diamanatkan al-Qur’an yang serba-paripurna, lalu beralih mengikuti gaya hidup kaum kafir yang didasarkan pada asumsi teoretis yang serba-kurang (Q.S. al-An’am [6]: 112-117).

Contoh yang dikemukakan adalah masalah kuliner (Q.S. al-An’am [6]: 118-119). Saat ini, banyak umat muslim yang terjebak pada gaya hidup zaman now yang tidak lagi mengindahkan halal-haramnya menu yang disantap. Atas nama memperkaya pengalaman, mereka mencoba aneka menu kuliner khas Indonesia maupun luar negeri, kendati jelas-jelas haram. Misalnya wine dan olahan babi.

Contoh lain adalah urusan asmara yang didasarkan gaya hidup liberal yang menjunjung tinggi kebebasan manusia (HAM), meskipun menyalahi ajaran Islam (Q.S. al-An’am [6]: 120). Misalnya, pernikahan sesama jenis (LGBT) dan seks bebas (“kumpul kebo”) yang menjadi gaya hidup di negara-negara Barat yang dipuja-puji sebagai negara maju. 

Tantangan lain adalah merebaknya kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Para pelaku tindak kriminal adalah orang-orang yang hatinya tidak tersinari cahaya ajaran Islam, sehingga gelap-gulita; dan hidupnya “pengap”, bagai orang yang kekurangan asupan oksigen, sehingga sesak nafas (Q.S. al-An’am [6]: 123-125). Apabila umat muslim menjalani hidup yang dikepung beragam tindak kriminalitas, umat muslim dituntut agar konsisten di jalan Islam (Q.S. al-An’am [6]: 126).

Jalur perbaikan masyarakat yang dikepung beragam tindak kriminalitas adalah pendidikan yang membina generasi penerus agar lebih baik daripada generasi sebelumnya. Untuk itu, setiap umat muslim dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing (Q.S. al-An’am [6]: 134-135). Misalnya, orangtua memberi pendidikan informal di keluarga; guru memberi pendidikan formal di sekolah; dan tokoh masyarakat memberi pendidikan non-formal di pesantren.

Berbekal pendidikan, diharapkan umat muslim tidak sampai terjerumus pada gaya hidup non-syar’i, sebagaimana gaya hidup masyarakat Jahiliyah. Misalnya, aborsi yang lebih parah daripada pembunuhan bayi perempuan dalam keadaan hidup-hidup (Q.S. al-An’am [6]: 137); karena aborsi menyasar pembunuhan bayi laki-laki dan perempuan, serta dilakukan secara kolektif (berjamaah) yang melibatkan banyak pihak. Bahkan, umumnya aborsi dilakukan dalam rangka menjaga harga diri “orangtua” yang mengandung bayi di luar ikatan pernikahan. Berbeda halnya dengan tradisi pembunuhan bayi perempuan di zaman Jahiliyah yang dilatar-belakangi rasa khawatir orangtua terhadap nasib bayi perempuannya, karena saat itu merupakan masa perang yang riskan bagi wanita.

Pendidikan juga membekali generasi penerus tentang ajaran Islam di bidang akidah (seperti larangan syirik), akhlak (seperti perintah berbakti pada orangtua) dan syariah (seperti larangan membunuh) (Q.S. al-An’am [6]: 151). Sayangnya, realita masa kini mencerminkan banyak insan yang terjebak pada perilaku syirik, seperti mempercayai ramalan nasib; tidak berakhlak kepada orangtua, seperti memasukkannya ke panti jompo karena tidak mau ribet, padahal dulu dia dirawat dengan penuh kasih sayang saat masih bayi; serta perilaku sadis berupa pembunuhan orang yang tidak bersalah, seperti kasus bom bunuh diri di negara Indonesia yang dalam suasana damai, bukan dalam suasana perang seperti saat ini.

Adapun materi pendidikan yang seharusnya diajarkan adalah kisah para rasul yang memperjuangkan hidup syar’i. Misalnya, kisah Nabi Adam AS (Q.S. al-A’raf [7]: 11-25); Nabi Nuh AS, Nabi Hud AS, Nabi Shalih AS, Nabi Luth AS dan Nabi Syu’aib AS (Q.S. al-A’raf [7]: 59-87). Kisah mereka ini berfungsi menciptakan lingkungan edukatif yang kondusif, bagaikan lahan subur yang menumbuhkan aneka tanaman (Q.S. al-A’raf [7]: 58). Wallahu A’lam bi al-Shawab.  

Nama

Arabic,8,Buku,19,English,1,Formal,24,Gallery,1,Indonesia,1,Informal,24,Informasi,3,JurnalIlmiah,13,Korespondensi,1,MakalahIlmiah,6,MOTIVASI,14,Non-formal,7,PAI,12,Profil,2,Resensi,2,StudiIslami,103,TafsirTarbawi,39,
ltr
item
DIALOG ILMU: Tadarus Ramadhan Juz 8
Tadarus Ramadhan Juz 8
https://3.bp.blogspot.com/-LZQ86nPmNSY/WwdZlSlK0sI/AAAAAAAABG8/hEBB-TM1Un0bd0CxVJTf87E1_HOgnyp3ACLcBGAs/s640/www.dialogilmu.com%2Btadarus%2Bjuz%2B8.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-LZQ86nPmNSY/WwdZlSlK0sI/AAAAAAAABG8/hEBB-TM1Un0bd0CxVJTf87E1_HOgnyp3ACLcBGAs/s72-c/www.dialogilmu.com%2Btadarus%2Bjuz%2B8.JPG
DIALOG ILMU
http://www.dialogilmu.com/2018/05/tadarus-ramadhan-juz-8.html
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/2018/05/tadarus-ramadhan-juz-8.html
true
1758165964677023620
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy