Bangsa Markonah

BANGSA MARKONAH Dr. Rosidin, M.Pd.I Marah itu Merusak (foto: redaksiindonesia.com) Kasus viral wanita berinisial SM yang memakai s...

BANGSA MARKONAH

Dr. Rosidin, M.Pd.I

Marah
Marah itu Merusak (foto: redaksiindonesia.com)


Kasus viral wanita berinisial SM yang memakai sepatu dan membawa anjing di Masjid Al-Munawaroh, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor; pada tanggal 30 Juni 2019 lalu; menyulut beragam reaksi yang mempertegas identitas baru kita sebagai bangsa “MARKONAH”, alias gemar MARah, KOmentar dan fitNAH.

Kejahilan merupakan sebab penting yang memicu marah, komentar dan fitnah. Keterbatasan ilmu membuat banyak orang muslim marah saat mengetahui ada anjing masuk ke masjid, karena menurut mazhab Syafi’i dan Hambali, anjing tergolong najis berat (mughallazhah). Andaikan mereka memiliki ilmu bahwa ada mazhab fikih yang berpendapat lain, tentu akan meminimalisasi kemarahan. Misalnya, mazhab Hanafi menilai hanya mulut atau air liur anjing yang najis. Bahkan menurut mazhab Maliki, anjing dinilai suci secara mutlak. Demikian cuplikan keterangan dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah al-Zuhaili. Terbukti, di sejumlah negara muslim yang menganut mazhab Maliki, seperti Sudan, Libya, Tunisia; anjing biasa wira-wiri di masjid layaknya kucing yang biasa wira-wiri di masjid atau mushalla Indonesia.

Dari segi pelaku, sebagai non-muslim, bisa jadi dia tidak mengetahui hukum Islam terkait larangan masuk masjid dengan memakai alas kaki. Kita saja sebagai muslim, belum tentu mengetahui etika atau tata krama masuk gereja, misalnya. Bahkan, masih banyak umat muslim sendiri yang santai saja memakai alas kaki saat menginjakkan kaki di atas serambi masjid yang sudah ada tulisan “suci”; padahal serambi masjid dihukumi seperti masjid. Apalagi jika si pelaku benar-benar “edan” (gila) yang menurut Ushul Fikih, termasuk ‘awaridh ahliyyah samawi atau penghalang seseorang untuk melaksanakan syariat, sehingga menggugurkan orang itu dari tuntutan syariat alias bebas dari dosa.

Ketika kemarahan tidak bisa dilampiskan di dunia nyata, komentar di dunia maya menjadi pilihan. Misalnya, ada akun yang berkomentar: “Berani bawa anjing ke masjid.. karena sudah tahu kalau anjing lain pasti membela”. Lain lagi dengan Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) yang segera memvonis perbuatan SM sebagai penistaan agama. Bandingkan dengan kebijaksanaan MUI yang tidak terburu-buru memberi fatwa hukum atau berkomentar, sebelum mengadakan rapim yang membahas masalah ini dengan pihak terkait. Intinya, semakin minim ilmu, semakin gegabah memberikan vonis hukum; semakin banyak ilmu, semakin berhati-hati memberikan vonis hukum, minimal dilandasi tabayun (klarifikasi) dan musyawarah hukum.

Kemudian kasus anjing masuk ke masjid itu, dipolitisasi menjadi fitnah dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Potensi fitnah ini segera dibendung MUI yang menghimbau semua pihak agar waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kasus ini untuk mengadu domba masyarakat, khususnya antarumat beragama. Lagi-lagi masyarakat awam yang minim ilmu, rentan menjadi korban fitnah, karena mudah terhasut isu SARA. Dalam Tafsir al-Jalalain terkait Q.S. al-Nur [24]: 11 dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah SAW pun, banyak umat muslim yang lugu, terhasut oleh fitnah yang disebarkan kaum munafik terkait isu perselingkuhan istri Nabi SAW, Aisyah dengan Shafwan. Antara lain Hissan ibn Tsabit, Misthah dan Hamnah binti Jahsy.

Selanjutnya, marah, komentar dan fitnah diekspresikan melalui kezaliman. Contoh marah yang zalim adalah tindakan anarkis. Misalnya, kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang menewaskan 8 korban jiwa dan ratusan korban luka serta menjerat 441 orang perusuh yang masuk penjara. Contoh komentar yang zalim adalah komentar yang menyerang pribadi. Misalnya, ujaran idiot yang ditujukan Ahmad Dhani kepada sekelompok masa yang berdemo pada 26 Agustus 2018 di Hotel Majapahit Surabaya; sehingga membuatnya divonis hukuman satu tahun penjara. Contoh fitnah yang zalim adalah penyebaran hoax. Misalnya, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, sejak bulan Agustus 2018 hingga 25 April 2019, teridentifikasi 1.645 konten hoax.

Marah, komentar dan fitnah mengakibatkan pertikaian. Misalnya, konflik kubu 01 dan 02 yang belum reda, padahal sudah ada putusan MK yang sah. Konflik 01 versus 02 semakin panas jika menengok media sosial. Hubungan fitnah dan pertikaian ini selaras dengan hasil analisis Girinda Sandino, peneliti Seven Strategic Studies, yang menyatakan bahwa hoax dan aksi intimidatif merupakan akar konflik pemilu 2019. Tampaknya, realita di lapangan membenarkan analisis tersebut.

Solusinya antara lain gerakan anti kejahilan, kezaliman dan pertikaian.

Pertama, peningkatan literasi. Diawali peningkatan kuantitas literasi, mengingat minat baca bangsa Indonesia tergolong rendah, karena berada pada nomor 63 dari 70 negara, sehingga mudah terperdaya hoax. Dilanjutkan peningkatan kualitas literasi melalui pembekalan softskill memilih dan memilah informasi yang benar. Meminjam istilah Gus Nadirsyah Hosen, Saring Sebelum Sharing. Langkah ini selaras dengan pesan suci al-Qur’an dalam Surat al-Isra’ [17]: 36, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui”. Salah satu tafsir ayat ini menurut Ibn ‘Abbas RA yang dinukil Imam al-Mawardi dalam al-Nukat wa al-‘Uyun adalah “dilarang menuduh orang lain dengan sesuatu yang tidak diketahui”.

 Kedua, penegakan hukum yang adil. Diawali sosialisasi undang-undang, semisal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Manfaat sosialisasi ini antara lain membuat masyarakat lebih melek hukum, sehingga tidak ada lagi alibi palsu bagi pelaku yang sengaja menebar hoax, lalu berpura-pura tidak mengerti konsekuensi hukum. Manfaat lainnya adalah meminimalisasi hoax dan penistaan agama melalui media elektronik. Kemudian dilanjutkan penegakan hukum yang adil, sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Jangan sampai ada kesan bahwa konsekuensi hukum hanya dialami oleh mereka yang menjadi oposisi pemerintah; sedangkan pelanggar hukum yang pro pemerintah, aman-aman saja dari konsekuensi hukum. Misalnya, menurut Mahfudh MD, wanita yang membawa anjing masuk ke masjid di atas, dapat dijerat tiga pasal. Yaitu mengganggu ketertiban umum; menganiaya orang dan masuk lingkungan tanpa izin.

Ketiga, rekonsiliasi antar elit dan antar rakyat. Rekonsiliasi antar elit relatif lebih mudah, karena konfliknya berbasis kepentingan; sedangkan rekonsiliasi antar rakyat lebih sulit, karena konfliknya berbasis perasaan. Terbukti, kendati para elit ormas menyerukan rekonsiliasi, seperti NU, Muhammadiyyah dan MUI; dan para elit politik melakukan rekonsiliasi, seperti pertemuan AHY dengan Jokowi; rekonsiliasi antar rakyat sulit terwujud. Situasi ini mengingatkan pada konflik sehari-hari antar anak yang menyeret orangtua. Antar anak yang konflik sudah saling memaafkan, sedangkan antar orangtua masih saling bermusuhan. Semoga kalangan elit dan rakyat, sama-sama meneladani sifat anak-anak yang mudah memaafkan. Apalagi umat muslim baru saja memperingati halal bi halal yang merupakan simbol persatuan dan saling memaafkan. Selaras dengan pernyataan presiden terpilih, “Tidak ada lagi 01 dan 02. Yang ada persatuan Indonesia”.
Nama

Arabic,8,Buku,19,English,1,Formal,24,Gallery,1,Indonesia,1,Informal,24,Informasi,3,JurnalIlmiah,13,Korespondensi,1,MakalahIlmiah,6,MOTIVASI,14,Non-formal,7,PAI,12,Profil,2,Resensi,2,StudiIslami,103,TafsirTarbawi,39,
ltr
item
DIALOG ILMU: Bangsa Markonah
Bangsa Markonah
https://1.bp.blogspot.com/-7w_xUVle2n8/XSkhX_puzqI/AAAAAAAABPQ/ipfoY2QptSowqoHV9x9hvJ_rvIHWtsctgCLcBGAs/s640/images.jpeg-2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-7w_xUVle2n8/XSkhX_puzqI/AAAAAAAABPQ/ipfoY2QptSowqoHV9x9hvJ_rvIHWtsctgCLcBGAs/s72-c/images.jpeg-2.jpg
DIALOG ILMU
http://www.dialogilmu.com/2019/07/bangsa-markonah.html
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/2019/07/bangsa-markonah.html
true
1758165964677023620
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy