Muhasabah Akhir Tahun 2019

MUHASABAH SEBAGAI  PRIBADI DAN ANAK BANGSA Akhir Tahun, Saatnya Muhasabah (foto: www.quhasschooljambi.sch.id) Dr. Rosidin, M.Pd.I...

MUHASABAH SEBAGAI PRIBADI DAN ANAK BANGSA

Akhir Tahun, Saatnya Muhasabah
(foto: www.quhasschooljambi.sch.id)

Dr. Rosidin, M.Pd.I

Suka duka perjalanan hidup sepanjang tahun 2019, turut memberikan pengaruh bagi kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang saat ini. Berbekal kedewasaan dan kebijaksanaan itulah, seseorang menatap tahun 2020 dengan penuh percaya diri. Agar perjalanan hidup sepanjang 2019 lebih bermakna dan fungsional bagi persiapan menyongsong tahun 2020, kita perlu melakukan muhasabah (evaluasi diri) sebagai makhluk pribadi maupun sosial.  

Sebagai panduan muhasabah, penulis tertarik mengurai kandungan makna ayat-ayat yang memuat kata “udzkur” (ingatlah kamu) dan “udzkuru” (ingatlah kalian). Kata udzkur berhubungan dengan muhasabah sebagai pribadi atau makhluk individu; sedangkan kata udzkuru berhubungan dengan muhasabah sebagai anak bangsa atau makhluk sosial.

Kata udzkur disebutkan 16 kali dalam tiga konteks makna. Pertama, sepuluh kali terkait perintah mengingat kisah tokoh terpuji, seperti Sayyidah Maryam (Q.S. Maryam [19]: 16); Nabi Ibrahim AS (Q.S. Maryam [19]: 41); Nabi Musa AS (Q.S. Maryam [19]: 51); Nabi Isma’il AS (Q.S. Maryam [19]: 54); Nabi Idris AS (Q.S. Maryam [19]: 56); Nabi Dawud AS (Q.S. Shad [38]: 17); Nabi Ayyub AS (Q.S. Shad [38]: 41); Nabi Ishaq AS dan Nabi Ya’qub AS (Q.S. Shad [38]: 45); Nabi Ilyasa’ AS dan Nabi Dzulkifli AS (Q.S. Shad [38]: 48); dan Nabi Hud AS (Q.S. al-Ahqaf [46]: 21). 

Kedua, lima kali terkait perintah agar sungguh-sungguh berdzikir kepada Allah SWT secara terus-menerus, setiap pagi dan sore (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 41; al-A’raf [7]: 205; al-Kahfi [18]: 24; al-Muzzammil [73]: 8; al-Insan [76]: 25).

Ketiga, satu kali menyangkut perintah mengingat nikmat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi ‘Isa AS dan ibunda beliau, Sayyidah Maryam (Q.S. al-Ma’idah [5]: 110).

Adapun hikmah yang dapat dipetik berkenaan muhasabah sebagai pribadi, antara lain: 

Pertama, pentingnya meneladani orang-orang terpuji yang dijumpai secara langsung, seperti guru, orangtua, sahabat dan tetangga; maupun yang dilihat atau dibaca dalam al-Qur’an, kitab, buku, media cetak, media elektronik, media sosial, dan lain sebagainya. Peneladanan tersebut ditujukan demi memperbaiki kekurangan diri sendiri maupun meningkatkan kelebihan diri sendiri. Misalnya, memperbaiki kualitas kesabaran saat menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan di hati, dengan meneladani kesabaran Sayyidah Maryam (Q.S. Maryam [19]: 16) yang digunjingkan, dicemooh masyarakat, hingga dituduh berzina (Q.S. Maryam [19]: 27-28), karena hamil tanpa didahului pernikahan; bahkan terpaksa melahirkan sendirian, tanpa dibantu seorang bidan (Q.S. Maryam [19]: 23). Demikian halnya, meningkatkan kepedulian terhadap dakwah Islam kepada sanak famili dan masyarakat, dengan meneladani kepedulian yang ditunjukkan Nabi Ibrahim AS saat berdakwah kepada orangtua beliau yang menyembah berhala (Q.S. Maryam [19]: 42-44).

Kedua, pentingnya memposisikan Allah SWT sebagai pusat kehidupan. Wujudnya bisa berupa peningkatan aktivitas pribadi yang bertujuan meninggikan kalimat Allah SWT. Misalnya, aktif mengikuti majlis dzikir dan shalawat untuk meningkatkan ketenangan hati (Q.S. al-Ra’d [13]: 28); serta mengikuti majlis ta’lim dan dakwah untuk meningkatan kualitas pemahaman terhadap ajaran Islam atau tafaqquh fi al-din (Q.S. al-Taubah [9]: 122). Al-Qur’an menyatakan bahwa salah satu profil manusia terbaik adalah Ulu al-Albab yang memadukan antara dzikir dan pikir (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 190-191); antara kejernihan hati yang identik dengan akhlak, dengan kecerdasan akal yang identik dengan ilmu. Sedangkan akhlak dan ilmu merupakan dua keistimewaan orang muslim yang dimohonkan Nabi SAW dalam doa beliau: “Ya Allah, hiasilah aku dengan ilmu, cukupilah aku dengan kesabaran, muliakan aku dengan ketakwaan dan memperindah aku dengan kesehatan” (H.R. Ibn al-Najjar).

Ketiga, pentingnya mensyukuri nikmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT, terutama anugerah istimewa yang berkesan dalam perjalanan hidup tahun 2019. Misalnya, sukses menunaikan ibadah haji atau umrah; sembuh dari sakit; lulus sekolah, kuliah atau mondok; resmi menikah atau memiliki anak; mendapat kenaikan pendapatan atau jabatan; dan meraih prestasi hidup lainnya yang terasa istimewa tahun ini.

Kata udzkuru disebutkan 29 kali dalam tiga konteks makna. 

Pertama, tujuh belas kali tentang perintah bersyukur atas nikmat Allah SWT (Q.S. al-Baqarah [2]: 40, 47, 122, 231; Ali ‘Imran [3]: 103; al-Ma’idah [5]: 7, 11, 20; al-A’raf [7]: 69, 74, 86; al-Anfal [8]: 26; Ibrahim [14]: 6; al-Ahzab [33]: 9; Fathir [35]: 3). 

Kedua, sepuluh kali tentang perintah berdzikir kepada Allah SWT (Q.S. al-Baqarah [2]: 198, 200, 203, 239; al-Nisa' [4]: 103; al-Ma’idah [5]: 4, 20; al-Anfal [8]: 45; al-Hajj [22]: 36; al-Ahzab [33]: 41; al-Jumu’ah [62]: 10). 

Ketiga, dua kali tentang perintah mengingat isi kandungan kitab suci (Q.S. al-Baqarah [2]: 63; al-A’raf [7]: 171).  

Adapun hikmah yang dapat dipetik berkaitan muhasabah sebagai anak bangsa, antara lain: 

Pertama, begitu banyak nikmat Ilahi yang diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa Indonesia. Misalnya, persatuan dan kesatuan anak bangsa, merupakan salah satu nikmat terbesar pada tahun 2019; mengingat panasnya iklim politik pada gelaran pemilu 2019, sempat menimbulkan kewaspadaan terjadinya perpecahan, pertikaian dan permusuhan antar anak bangsa. Nikmat persatuan dan kesatuan anak bangsa, selaras dengan nikmat persatuan dan kesatuan suku Aus dan Khazraj yang dipersaudarakan melalui tali agama Islam. Padahal, sebelum datangnya Islam, mereka saling bermusuhan dan berperang selama sekitar 120 tahun (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 103).  

Kedua, pentingnya gerakan ibadah atau aktivitas berdimensi sosial, agar persatuan dan kesatuan anak bangsa semakin kokoh. Misalnya, shalat fardhu secara berjamaah di masjid (Q.S. al-Nisa’ [4]: 103), kendati para jamaah tersebut berbeda pilihan politik; dzikir dan doa bersama saat ibadah haji atau umrah (Q.S. al-Baqarah [2]: 198, 200, 203), kendati jamaah haji atau umrah berbeda-beda madzhab Fikihnya; ibadah qurban yang dagingnya dibagi-bagikan secara umum, tanpa pilih kasih (Q.S. al-Hajj [22]: 36), baik bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat luar; serta aktivitas ekonomi yang melibatkan aneka-ragam mitra kerja (Q.S. al-Jumu’ah [62]: 10), baik muslim maupun non-muslim. Semua ibadah dan aktivitas tersebu membuat umat muslim terbiasa melihat titik persamaan, semisal sama-sama umat muslim; dan mengabaikan titik perbedaan, semisal berbeda aliran agama.

Ketiga, pentingnya berpegang teguh pada ajaran yang termaktub dalam kitab suci. Dalam konteks menjalin persatuan dan kesatuan anak bangsa, setidaknya ada tiga panduan kitab suci al-Qur’an: 

(a) Meskipun setiap orang bersikap fanatik pada golongan, kubu atau kelompoknya (Q.S. al-Mu’minun [23]: 53), jangan sampai berubah menjadi fanatisme buta yang berlebihan, sehingga bersikap intoleran kepada orang yang berada di luar golongan, kubu atau kelompoknya. Prinsipnya adalah al-hanifiyyah al-samhah (H.R. Bukhari), yaitu keyakinan internal yang lurus dan ekspresi eksternal yang toleran. 

(b) Jangan mencari-cari titik perbedaan, karena sikap tersebut mengakibatkan pertikaian (Q.S. al-An’am [6]: 153); lebih baik mencari-cari titik persamaan, agar persatuan dan kesatuan anak bangsa semakin kokoh. Misalnya, sama-sama warga Indonesia yang mencintai tanah air NKRI. 

(c) Jangan menyalah-gunakan dalil-dalil agama, baik al-Qur’an maupun Hadits, untuk menyerang atau memberi label negatif kepada orang, kubu atau kelompok lain yang dibenci (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 105). Misalnya, memberi label musyrik, kafir, fasik, munafik, ahli bid’ah, ahli neraka, dan label-label negatif lainnya; yang tentu saja melukai harga diri orang lain.  
Nama

Arabic,8,Buku,20,English,1,Formal,24,Gallery,1,Indonesia,1,Informal,25,Informasi,3,JurnalIlmiah,13,Korespondensi,1,MakalahIlmiah,6,MOTIVASI,14,Non-formal,7,PAI,12,Profil,2,Resensi,2,StudiIslami,111,TafsirTarbawi,44,
ltr
item
DIALOG ILMU: Muhasabah Akhir Tahun 2019
Muhasabah Akhir Tahun 2019
https://1.bp.blogspot.com/-9dEH4l2IWag/XgIGeix78BI/AAAAAAAABTE/u-aUoMCZl1sUPZZ_1DBv50Upq34aVAAaQCNcBGAsYHQ/s640/images.jpeg.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-9dEH4l2IWag/XgIGeix78BI/AAAAAAAABTE/u-aUoMCZl1sUPZZ_1DBv50Upq34aVAAaQCNcBGAsYHQ/s72-c/images.jpeg.jpg
DIALOG ILMU
http://www.dialogilmu.com/2019/12/muhasabah-akhir-tahun-2019.html
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/
http://www.dialogilmu.com/2019/12/muhasabah-akhir-tahun-2019.html
true
1758165964677023620
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy