Tadarus Ramadhan Juz 1

TADARUS JUZ 1

TOLERANSI DALAM KEMAJEMUKAN

(Q.S. al-Baqarah [2]: 1-141)


 
Ramadhan
Tadarus Ramadhan untuk Membina Watak Toleran


Dr. Rosidin, M.Pd.I
www.dialogilmu.com 

Prolog

Allah SWT berkuasa menciptakan manusia satu jenis saja, semisal semua muslim; namun Allah SWT berkehendak menciptakan manusia beragam (Q.S. al-Ma’idah [5]: 48). Bhineka Tunggal Ika adalah ungkapan yang relevan dengan kemajemukan, sehingga wajar jika Islam yang sejak awal tumbuh di Indonesia adalah Islam yang toleran dan mengakui kemajemukan. Sayangnya, Islam yang toleran sebagai produk asli Islam Indonesia, semakin hari semakin pudar, digantikan Islam yang intoleran sebagai produk impor, terutama paham takfiri (suka mengkafirkan) yang kerap melakukan aksi terorisme.   

Juz 1 yang memuat Surat al-Baqarah [1]: 1 s/d 141, memaparkan berbagai aspek kemajemukan dalam kehidupan, untuk menyegarkan kembali ingatan bangsa Indonesia akan keanekaragaman hidup, sehingga mereka “sepakat untuk tidak sepakat”, sepakat bahwa hidup itu tidaklah homogen (seragam), melainkan heterogen (beragam).
 

Jenis-Jenis Kemajemukan   

 

Pertama, Kemajemukan Hati Manusia (Q.S. al-Baqarah [2]: 1-20)


Tidak semua manusia memiliki hati yang sama. Misalnya, dalam menyikapi al-Qur’an yang diibaratkan cahaya (nur), ada tiga tipe manusia: (a) Orang mukmin yang hatinya selalu atau sering diterangi cahaya; (b) Orang kafir yang hatinya selalu gelap gulita; (c) Orang munafik yang hatinya sesekali diterangi cahaya, namun sering gelap gulita. 

Kedua, Kemajemukan Tugas Manusia (Q.S. al-Baqarah [2]: 21-30)


Manusia diberi dua tugas utama: (a) ibadah, untuk memperbaiki hubungan ritual dengan Allah SWT (hablum min Allah); (b) khilafah, untuk memperbaiki hubungan sosial dengan manusia (hablum min al-Nas) dan alam sekitar, biotik maupun abiotik (hablum min al-‘Alam). Bagi yang gagal menjalankannya, semisal merusak alam, neraka hukumannya; bagi yang berhasil, semisal taat ibadah, surga penghargaannya.

Ketiga, Kemajemukan Potensi Manusia (Q.S. al-Baqarah [2]: 31-39)


Sebagai bekal menjalankan tugas ibadah dan khilafah, Allah SWT menganugerahkan aneka instrumen, seperti panca indera, nafsu, akal dan hati. Sebagai peluang (opportunity), Allah SWT menciptakan malaikat yang mendorong manusia agar memanfaatkan aneka instrumen itu menuju ketaatan. Sebagai ancaman (threat), Allah SWT menciptakan iblis dan setan yang menggoda manusia agar menyalah-gunakan aneka instrumen itu menuju kedurhakaan.

Keempat, Kemajemukan Kepercayaan Manusia (Q.S. al-Baqarah [2]: 40-112) 


Secara garis besar, kepercayaan manusia dibagi menjadi dua: (a) Agama langit (samawi) yang memiliki kitab suci dari Allah SWT, yaitu Islam, Yahudi dan Nasrani; (b) Agama bumi (ardhi) yang merupakan hasil kreasi manusia, seperti Shabi’in (Penyembah Bintang), Majusi (Zoroaster; Penyembah Api), Hindu, Buddha, Konghuchu, Animisme-Dinamisme, dan sebagainya. Dalam satu bangsa pun, agamanya bisa berbeda. Misalnya, Bani Isra’il itu ada yang Yahudi, Nasrani dan Islam. Dalam satu agama pun, ekspresi keberagamaan bisa berbeda. Misalnya, ada umat Nabi Musa AS yang istiqamah menyembah Allah SWT; ada pula yang tergelincir menyembah patung anak sapi.

Kelima, Kemajemukan Gaya Hidup Manusia (Q.S. al-Baqarah [2]: 113-138)


Ada manusia yang gaya hidupnya gemar berkonflik dengan orang lain yang berbeda paham, seperti Yahudi konflik dengan Nasrani; ada juga yang gemar berkolaborasi, seperti Nabi Ibrahim AS berkolaborasi dengan Nabi Isma’il AS. Ada manusia yang gaya hidupnya gemar merusak simbol agama, seperti kaum musyrik yang merusak masjid; ada pula yang gemar membangun simbol agama, seperti Nabi Ibrahim AS yang membangun Ka’bah.

Epilog


Penutup Juz 1 (Q.S. al-Baqarah [2]: 139-141) merupakan pedoman dalam menyikapi kemajemukan yang ada di sekitar kita, yaitu bersikap toleran, sebagaimana tergambar dalam dua redaksi ayat: (a) “Bagi kami amalan kami, dan bagi kalian amalan kalian”; (b) “Bagi umat terdahulu, apa yang mereka kerjakan; dan bagi kalian, apa yang kalian kerjakan”. Wallahu A’lam bi al-Shawab.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel