TAFSIR IJMALI JUZ 2: BerIslam secara Kaffah (Utuh)
1. Panduan Teknis Ibadah
Tujuan pendidikan Islami adalah terbentuknya orang bertakwa. Surat al-Baqarah diawali dan diakhiri ayat tentang takwa, bahkan memuat 63 kata takwa. Takwa itu melakukan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya.
Allah SWT memerintahkan umat muslim untuk mendirikan shalat dengan menghadap ke arah Masjidil Haram. Ketika menghadapi masalah hidup, manusia diseru agar bersabar dan aktif berdoa, terutama doa dalam shalat.
Apabila umat muslim ingin masuk ke dalam golongan elit (kaum muttaqin), maka harus memenuhi syarat dari segi akidah, syariah dan akhlak. Baik yang berstatus wajib seperti zakat, maupun yang sunah seperti sedekah.
Perintah puasa Ramadhan dihimpit oleh ayat tentang sabar dalam kondisi sulit. Misalnya, sabar ketika anggota keluarga wafat dan ketika berjihad di medan perang. Jadi, puasa adalah ibadah yang melatih untuk bersabar.
Puncaknya adalah perintah untuk berhaji dan umrah bagi orang muslim yang mampu. Jika umat muslim sukses melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, maka itulah hakikat sukses duniawi dan ukhrawi.
2. Panduan sebagai Khalifah
Allah SWT menyeru umat muslim agar masuk Islam secara utuh (kaffah).
Misalnya, aktif beribadah ritual yang bersifat vertikal (hablum minallah)
sekaligus ibadah sosial dan natural yang horizontal (hablum minannas wal
'alam).
Allah SWT mengecam manusia yang hanya pandai bicara tentang tata kelola dunia, tapi hatinya nir-empati layaknya batu. Akibatnya, gemar merusak lingkungan sosial dan alam, serta menolak kritik dan nasihat masyarakat.
Di sisi lain, Allah SWT mengingatkan bahwa masuk surga itu tidak gratis. Ada kewajiban berikhtiar. Seperti bersabar saat melawan para pelaku perusakan lingkungan sosial dan alam, sembari berdoa mohon pertolongan.
Contoh lainnya adalah aktif berderma (infaq) kepada orang tua, kerabat dan orang-orang yang membutuhkan. Serta berpartisipasi dalam hijrah dan jihad di medan perang, meskipun terasa berat di hati umat muslim.
Adapun contoh negatif yang harus dihindari adalah konsumsi khamr yang merusak akal dan berjudi yang merusak harta. Lebih baik akal dan harta difungsikan untuk mengasuh anak yatim yang bermanfaat duniawi-ukhrawi.
![]() |
| Umat Muslim adalah Ummatan Wasathan yang Berarti Umat Terbaik |
3. Panduan Berumah Tangga
Al-Qur'an memberikan panduan yang lengkap bagi umat muslim dalam berumah tangga. Mulai dari larangan menikahi non-muslim, sekalipun dilandasi cinta. Karena pernikahan lintas agama itu pasti terpisah saat di surga.
Ketika laki-laki muslim menikahi muslimah, maka harus mengikuti aturan syariat. Yaitu dilarang melakukan hubungan biologis saat istri haid. Suami harus menunggu istri suci dari haid dan bersuci (mandi besar).
Apabila sebuah keluarga mengalami prahara, maka Islam memberikan jalan keluar berupa perceraian. Suami memiliki hak talak, yaitu talak dua (raj'i) dan talak tiga (ba'in). Istri juga punya hak gugat cerai (rafa') ke pengadilan.
Seorang ayah, sekalipun sudah bercerai, wajib menafkahi anak. Yaitu memenuhi kebutuhan sandang, pangan (ASI) dan papan sesuai kemampuan. Jika tidak mampu, kewajiban nafkah berpindah kepada keluarga si ayah.
Apabila seorang suami meninggal dunia, maka istri harus menjalani masa iddah selama 4 bulan 10 hari. Pada masa iddah, seorang wanita tidak boleh menjalin relasi dengan laki-laki lain, apalagi menikah lagi.
4. Panduan Jihad di Jalan Allah SWT
Salah satu penyebab kematian suami adalah gugur saat berjihad di medan perang. Islam menekankan pentingnya jihad, namun tetap wajib mendirikan shalat. Baik dalam kondisi aman maupun perang, shalat wajib dilakukan.
Dalam Islam, jihad di medan perang dilakukan dengan dua cara. Yaitu jihad dengan jiwa-raga dan harta-benda. Semua pengorbanan ibarat "pinjaman baik" kepada Allah SWT, yang pasti "dilunasi" dengan pelunasan yang berlipat.
Umat muslim jangan sampai meniru mental Bani Israil. Mereka mengaku siap berperang, namun ketika disyariatkan perang, mereka menolak berperang dengan berbagai alasan. Seperti tidak cocok dengan pimpinan perang.
Raja Thalut adalah contoh ideal pemimpin perang. Beliau memiliki fisik yang kuat dan ahli strategi perang, meskipun tergolong orang yang miskin. Terbukti, pasukan kecil Thalut menaklukkan pasukan besar Jalut.
Pada saat perang berkecamuk, Dawud sukses membunuh Raja Jalut. Inilah
kisah legendaris David versus Goliath yang menjadi simbol kemenangan kebenaran
atas kebatilan. Lalu Dawud diangkat menjadi Nabi dan Raja.

Posting Komentar untuk "TAFSIR IJMALI JUZ 2: BerIslam secara Kaffah (Utuh) "